KISAH NABI ADAM DAN HAWA DARI LAHIR HINGGA WAFAT

1. SEJARAH PENCIPTAAN NABI ADAM AS

        Terciptanya Nabi Adam AS saat Allah mengatakan di hadapan para malaikat mengenai penciptaannya sebagai leluhur manusia dan keturunannya akan menjadi seorang khalifah yang bertugas untuk memakmurkan bumi. Pada saat itu para malaikat justru penasaran kenapa harus diciptakan Nabi Adam AS, bahkan mereka khawatir diciptakannya makhluk yang lebih sempurna adalah karena kelalaian para malaikat.

        Nabi Adam AS diciptakan langsung dari tangan Allah SWT dan ruhnya pun langsung ditiupkan oleh-Nya. Selain itu, Nabi Adam AS juga dibekali dengan akal yang membuatnya bisa mempelajari, mengamati, dan memahami berbagai hal. Sehingga dalam kisah Nabi Adam ini kita bisa mengetahui bahwa akal diberikan padanya dan keturunannya untuk menjalankan tugas sebagai khalifah di bumi. Kelebihan itu pula yang akhirnya membuat para malaikat mengakui keistimewaan yang diberikan pada Nabi Adam.

        Nabi Adam diciptakan dari tanah yang ada di bumi dan setelah mati maka Adam dan anak cucunya juga akan dikuburkan di tanah. Setelah tubuh Nabi Adam terbentuk sempurna dan ditiupkan ruh maka para malaikat diminta untuk bersujud padanya. Para malaikat pun menuruti perintah tersebut, namun para setan yang sombong menolak untuk melakukannya karena setan merasa lebih mulia dengan terbuat dari api dibandingkan tanah.

 

 2. PENCIPTAAN SITI HAWA DISURGA BERSAMA NABI ADAM

        Ketika Nabi Adam mulai merasa kesepian karena hidup seorang diri kemudian diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya. Penciptaan Hawa ini diambil dari tulang rusuk sebelah kiri milik Nabi Adam sendiri yang diambil saat dia sedang terlelap tidur. Ketika malaikat bertanya untuk apa Allah menciptakan Hawa, Nabi Adam pun menjawab bahwa Hawa diciptakan untuk mendampingi, memberikan kebahagiaan, dan segala kebutuhan hidupnya sesuai kehendak Allah. Adam dan Hawa diijinkan Allah SWT untuk tinggal di surga yang tentunya serba hidup enak dan cukup apapun kebutuhannya. Namun ada satu pantangan yang harus diingat keduanya yaitu tidak boleh mendekati pohon terlarang dan memakan buahnya.

        Setelah setan membangkang, dia tidak lagi diijinkan untuk tinggal di surga sehingga karena hal tersebut setan menjadi dendam dengan Nabi Adam dan menginginkannya keluar dari surga. Setan selalu mencari segala cara untuk bisa menjerumuskan Nabi Adam dan Hawa untuk melakukan dosa dengan mendekati pohon larangan. Dengan berbagai rayuan serta tipu daya yang dilakukan oleh setan akhirnya Nabi Adam dan Hawa pun memakan buah dari pohon larangan tersebut. Seketika mereka merasakan akibatnya dengan terbukanya aurat Nabi Adam dan Hawa, karena malu mereka mencari daun untuk menutupi auratnya. Dengan perasaan malu karena telah melanggar larangan yang telah Allah SWT berikan mereka menangis sambil memanjatkan doa.

3. CERITA NABI ADAM DAN HAWA DITURUNKAN KE BUMI

        Allah SWT menerima taubat Nabi Adam dan Hawa, keduanya pun menjadikan hal tersebut pelajaran dan menyadari bahwa setan adalah musuh yang tidak lagi boleh dipercaya apapun tipu dayanya. Namun karena hal tersebut Nabi Adam dan Hawa harus dipindahkan dari surga ke bumi dan mengemban tugas sebagai khalifah. Namun setan terus berusaha untuk menyesatkan Nabi Adam dengan berbagai cara meskipun keinginannya membuat Nabi Adam dikeluarkan dari surga sudah terjadi.

        Saat diturunkan ke bumi Nabi Adam diturunkan di Hindustan sedangkan Hawa di Jeddah, Saudi Arabia. Keduanya terpisah jarak yang begitu jauh dan bertemu kembali setelah sekian lama di Jabal Rahmah daerah Arafah. Tentu pertemuan setelah perjuangan panjang tersebut menjadi hal yang sangat membahagiakan bagi Nabi Adam dan Hawa, sehingga mereka bisa menjalani hidup bersama dengan lebih bahagia.

4. KISAH ANAK NABI ADAM AS DAN HAWA 

        Setelah menjalani kehidupan berdua sebagai pasangan suami istri merekapun memiliki keturunan. Setiap Hawa melahirkan anak selalu kembar laki-laki dan perempuan. Pada kelahiran pertama anak mereka adalah Qabil dan Iklima, kemudian kelahiran kedua Habil dan Labuda. Saat anak Nabi Adam dan Hawa mulai beranjak dewasa, perangai merekapun berbeda-beda satu sama lain. Qabil memiliki sifat yang kasar dan Habil memiliki sikap lebih santun. Iklima menjadi remaja yang cantik dan Labuda biasa-biasa saja. Anak-anaknya memiliki tugas masing-masing untuk membantu urusan rumah tangga dan pekerjaan.

        Seiring dengan bertambahnya kedewasaan keempat anak Adam dan Hawa tersebut merekapun mulai memiliki ketertarikan dengan lawan jenis. Kemudian Allah SWT memberikan petunjuk bahwa anak Adam dan Hawa harus segera dinikahkan dengan aturan mereka tidak boleh dinikahkan dengan saudara kembarnya sendiri. Sehingga artinya adalah Qabil akan menikahi Labuda dan Habil akan menikahi Iklima. Setelah hal tersebut disampaikan Adam pada anak-anaknya dengan penegasan tidak boleh ada pihak yang menolak, ternyata diluar dugaan Qabil menolak dan menyatakan ingin menikahi Iklima yang merupakan kembarannya sendiri.

5. CERITA PERSELISIHAN ANAK ADAM AS

        Dengan kondisi perselisihan diantara anak lelakinya, maka Adam memberikan solusi bahwa Qabil dan Habil harus berkurban kemudian siapa yang kurbannya diterima maka dialah yang berhak menikahi Iklima. Adam berpikiran bahwa masalah jodoh ini akan lebih baik jika diserahkan serta dipasarahkan pada Allah SWT.

        Setelah hari yang ditentukan tiba keduanya pun mempersiapkan kurbannya, Qabil merasa karung yang dibawanya akan diterima, sedangkan Habil sibuk memilih kambing paling baik untuk dikurbankan. Setelah meletakkan kurbannya, Qabil dan Habil memandangi bukir tersebut dari kejauhan, kemudian muncul api besar dari langit yang langsung menyambar kambing milik Habil. Dengan begitu kurban Habil diterima dan dia berhak menikahi Iklima sesuai kesepakatan yang telah dibuat.

        Dari keputusan tersebut Qabil memang tidak berdaya dan sesuai keputusan dia harus mengikuti kesepakatan sebelumnya. Namun hatinya masih dengki pada Habil dan perasaan dengki tersebut menimbulkan dendam yang akhirnya menjadikan niat jahat muncul dalam pikirannya untuk membunuh Habil. Tapi sebenarnya Qabil tidak tahu bagaimana caranya untuk membunuh Habil, sampai akhirnya setan menjelma dan memberikan contoh dihadapannya dengan memukul kepala burung menggunakan batu.

        Setelah mendapatkan ide, Qabil menunggu saat yang tepat untuk menghantamkan batu besar ke kepala Habil dan sesaat kemudian Habil menghembuskan napas terakhirnya. Qabil pun belajar dari burung gagak bagaimana caranya menguburkan mayat Habil di dalam tanah. Dalam cerita Nabi Adam terus berdakwah pada anak dan cucunya untuk mengikuti ajaran Allah SWT dan wafat di usia 1000 tahun setelah mengalami sakit selama 11 hari, setahun kemudian Hawa juga wafat menyusul suaminya.

 

 

Continue reading KISAH NABI ADAM DAN HAWA DARI LAHIR HINGGA WAFAT

TIGA NASIHAT RASULULAH SAW

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

        Rasulullah SAW pernah memberikan tiga buah nasehat kepada kedua sehabatnya Abu Dzar Jundub
bin Junadah dan Abu Abdurrahman bin Jabal:
“Bertakwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada, dan ikutilah kesalahanmu dengan
kebaikan niscaya ia dapat menghapuskannya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak terpuji.” HR.
Tirmidzi


        Tiga pesan Rasulullah SAW tersebut layak untuk kita perhatikan karena sangat berkaitan erat dengan
kehidupan kita sehari-hari.


1. BERTAQWA DIMANA SAJA
        Definisi dari kata taqwa dapat dilihat dari percakapan antara sahabat Umar dan Ubay bin Ka’ab ra.
Suatu ketika sahabat Umar ra bertanya kepada Ubay bin Ka’ab apakah taqwa itu? Dia menjawab;
“Pernahkah kamu melalui jalan berduri?” Umar menjawab; “Pernah!” Ubay menyambung, “Lalu apa
yang kamu lakukan?” Umar menjawab; “Aku berhati-hati, waspada dan penuh keseriusan.” Maka
Ubay berkata; “Maka demikian pulalah taqwa!”


        Sedang menurut Sayyid Qutub dalam tafsirnya—Fi Zhilal al-Qur`an—taqwa adalah kepekaan hati,
kehalusan perasaan, rasa khawatir yang terus menerus dan hati-hati terhadap semua duri atau
halangan dalam kehidupan.


        Kalau ada suatu iklan minuman ringan: “Dimana saja dan kapan saja …”, maka nasehat Nabi SAW ini
menunjukkan bahwa kita harus bertaqwa dimana saja. Sedang perintah taqwa kapan saja terdapat
dalam surat Ali Imron 102:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهٖ وَلَا تَمُوۡتُنَّ اِلَّا وَاَنۡـتُمۡ مُّسۡلِمُوۡنَ

        “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan
janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”


        Jadi dimanapun dan kapanpun kita harus menjaga ketaqwaan kita. Taqwa dimana saja memang sulit
untuk dilakukan dan harus usaha yang dilakukan harus ekstra keras. Akan sangat mudah ketaqwaan
itu diraih ketika kita bersama orang lain, tetapi bila tidak ada orang lain maka maksiyat dapat
dilaksanakan.


        Sebagai contoh, ketika kita berkumpul di dalam suatu majelis zikir, pikiran dan pandangan kita akan
terjaga dengan baik. Tetapi ketika kita berjalan sendirian di suatu tempat perbelanjaan, maka pikiran
dan pandangan kita bisa tidak terjaga. Untuk menjaga ketaqwaan kita dimanapun saja, maka
perlunya kita menyadari akan pengawasan Allah SWT baik secara langsung maupun melalui
malaikat-Nya.


KEBAIKAN YANG MENGHAPUSKAN KESALAHAN
        Setiap orang selalu melakukan kesalahan. Hari ini mungkin kita sudah melakukan kesalahan baik
yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari. Oleh sebab itu, segera setelah kita melaksanakan
kesalahan, lakukan kebaikan. Kebaikan tersebut dapat menghapuskan kesalahan yang telah
dilakukan.


        Untuk dosa yang merugikan diri sendiri, maka salah satu cara untuk menghapusnya adalah dengan
bersedekah. Rasulullah SAW bersabda “sedekah itu menghapus kesalahan sebagaimana air
memadamkan api”. Maka ada orang yang ketika dia sakit maka dia akan memberikan sedekah agar
penyakitnya segera sembuh. Hal ini dikarenakan segala penyakit yang kita miliki itu adalah karena
kesalahan yang kita pernah lakukan.

        Sedang dosa yang dilakukan terhadap orang lain maka yang perlu dilakukan adalah memohon maaf
yang bagi beberapa orang sangat sulit untuk dilakukan. Padahal Rasulullah SAW selalu minta maaf
ketika bersalah bahkan terhadap Ibnu Ummi Maktum beliau memeluknya dengan hangat seraya
berkata “Inilah orangnya, yang membuat aku ditegur oleh Allah… (QS. Abasa)”. Setelah minta maaf
kemudian bawalah sesuatu hadiah atau makanan kepada orang tersebut, maka kesalahan tersebut
insya Allah akan dihapuskan.


AKHLAQ YANG TERPUJI
        Akhlaq terpuji adalah keharusan dari setiap muslim. Tidak memiliki akhlaq tersebut akan dapat
mendekatkan seseorang dalam siksaan api neraka. Dari beberapa jenis akhlaq kita terhadap orang
lain, yang perlu diperhatikan adalah akhlaq terhadap tetangga.


        “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan menyakiti tetangganya.” (HR.
Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah)


        Dari Abu Syuraih ra, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: “Demi Allah seseorang tidak beriman,
Demi Allah seseorang tidak beriman, Demi Allah seseorang tidak beriman.” Ada yang bertanya:
“Siapa itu Ya Rasulullah?” Jawab Nabi: “Yaitu orang yang tetangganya tidak aman dari
gangguannya.” (HR. Bukhari)


        Dari hadits tersebut, peringatan Allah sangat keras sampai diulangi tiga kali yaitu tidak termasuk
golongan orang beriman bagi tetangganya yang tidak aman dari gangguannya. Maka terkadang kita
perlu instropeksi dengan menanyakan kepada tetangga apakah kita mengganggu mereka.


Wallahua’lam bish showab.

Continue reading TIGA NASIHAT RASULULAH SAW

KEUTAMAAN MEMBACA ALQUR'AN

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh... 

    Dari Abu Musa Al-Asy`arit berkata, Rasulullah bersabda: “Perumpamaan orang mukmin yang
membaca Al Qur`an bagaikan buah limau baunya harum dan rasanya lezat. Dan perumpamaan
orang mukmin yang tidak membaca Al Qur`an bagaikan kurma, rasanya lezat dan tidak berbau. Dan
perumpamaan orang munafik yang membaca Al Qur`an bagaikan buah raihanah yang baunya harum
dan rasanya pahit, dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al Qur`an bagaikan buah
hanzholah tidak berbau dan rasanya pahit.” Muttafaqun `Alaihi.


    Merupakan suatu kewajiban bagi seorang muslim untuk selalu berinteraksi aktif dengan Al Qur`an,
dan menjadikannya sebagai sumber inspirasi, berpikir dan bertindak. Membaca Al Qur`an
merupakan langkah pertama dalam berinteraksi dengannya, dan untuk mengairahkan serta
menghidupkan kembali kegairahan kita dalam membaca Al Qur`an, kami sampaikan beberapa
keutamaan membaca Al Qur`an sebagai berikut :


1. Manusia yang terbaik.
Dari `Utsman bin `Affan, dari Nabi bersabda : “Sebaik-baik kalian yaitu orang yang mempelajari Al
Qur`an dan mengajarkannya.” H.R. Bukhari.


2. Dikumpulkan bersama para Malaikat.
Dari `Aisyah Radhiyallahu `Anha berkata, Rasulullah bersabda : “Orang yang membaca Al Qur`an dan
ia mahir dalam membacanya maka ia akan dikumpulkan bersama para Malaikat yang mulia lagi
berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al Qur`an dan ia masih terbata-bata dan merasa berat
(belum fasih) dalam membacanya, maka ia akan mendapat dua ganjaran.” Muttafaqun `Alaihi.


3. Sebagai syafa`at di Hari Kiamat.
Dari Abu Umamah Al Bahili t berkata, saya telah mendengar Rasulullah bersabda : “Bacalah Al
Qur`an !, maka sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai syafaat bagi ahlinya (yaitu
orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya).” H.R. Muslim.


4. Kenikmatan tiada tara
Dari Ibnu `Umar t, dari Nabi bersabda : “Tidak boleh seorang menginginkan apa yang dimiliki orang
lain kecuali dalam dua hal; (Pertama) seorang yang diberi oleh Allah kepandaian tentang Al Qur`an
maka dia mengimplementasikan (melaksanakan)nya sepanjang hari dan malam. Dan seorang yang
diberi oleh Allah kekayaan harta maka dia infakkan sepanjang hari dan malam.” Muttafaqun `Alaihi.


5. Ladang pahala.
Dari Abdullah bin Mas`ud t berkata, Rasulullah e : “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari
Kitabullah (Al Qur`an) maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dilipat gandakan dengan
sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan “Alif lam mim” itu satu huruf, tetapi “Alif” itu satu huruf,
“Lam” itu satu huruf dan “Mim” itu satu huruf.” H.R. At Tirmidzi dan berkata : “Hadits hasan shahih”.


6. Kedua orang tuanya mendapatkan mahkota surga
Dari Muadz bin Anas t, bahwa Rasulullah e bersabda : “Barangsiapa yang membaca Al Qur`an dan
mengamalkan apa yang terdapat di dalamnya, Allah akan mengenakan mahkota kepada kedua
orangtuanya pada Hari Kiamat kelak. (Dimana) cahayanya lebih terang dari pada cahaya matahari di
dunia. Maka kamu tidak akan menduga bahwa ganjaran itu disebabkan dengan amalan yang seperti
ini. ” H.R. Abu Daud.

KEMBALI KEPADA AL QUR`AN
    Bukti empirik di lapangan terlihat dengan sangat jelas bahwa kaum muslimin pada saat ini telah jauh
dari Al Qur`an Al Karim yang merupakan petunjuknya dalam mengarungi bahtera kehidupannya (The
Way of Life). Firman Allah I :


Berkatalah Rasul:”Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan al-Qur’an ini sesuatu yang
tidak diacuhkan”. (QS. 25:30)


    Dan mereka (para musuh Islam) berusaha keras untuk menjauhkan kaum muslimin secara personal
maupun kelompok dari sumber utama kekuatannya yaitu Al Qur`an Al Karim. Sebagaimana yang
telah diungkapkan oleh Al Qur`an Al Karim mengenai target rahasia mereka dalam memerangi kaum
muslimin dalam firman-Nya :


    Dan orang-orang yang kafir berkata:”Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan al-
Qur’an ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan (mereka). (QS.
41:26)


    Jal Daston selaku perdana menteri Inggris mengemukakan : “Selagi Al Qur`an masih di tangan umat
Islam, Eropa tidak akan dapat mengusai negara-negara Timur.” (Lihat buku “Rencana Penghapusan
Islam dan Pembantaian Kaum Muslimin di Abad Modern” oleh Nabil Bin Abdurrahman Al Mahisy /
13).


    Jauhnya umat terhadap Al Qur`an Al Karim merupakan suatu masalah besar yang sangat
fundamental dalam tubuh kaum muslimin. Perkara untuk mempedomi petunjuk Allah I melalui
kitab-Nya, bukan sekedar perbuatan sunnah atau suatu pilihan. Firman Allah I :
Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila
Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain)
tentang urusan mereka.Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia
telah sesat, dengan kesesatan yang nyata. (QS. 33:36)


    Tegasnya, menjadikan kitab Allah Subhanahu wa Ta`ala sebagai sumber petunjuk satu-satunya
dalam kehidupan dan mengembalikan segala masalah hanya kepada-Nya merupakan suatu
keharusan oleh setiap diri kita. Kita sama-sama bersepakat bahwa dalam menanggulangi masalah
kerusakan sebuah pesawat terbang, kita harus memanggil seorang insinyur yang membuat pesawat
itu, dan kita sama-sama bersepakat bahwa seorang pilot yang akan mengoperasionalkan suatu
pesawat terbang harus mengikuti buku petunjuk oprasional pesawat yang dikeluarkan dari
perusahaan yang memproduksinya. Tetapi mengapa kita tidak mau menerapkan prinsip ini dalam
diri kita sendiri. Allah I lah yang menciptakan kita dan hanya petunjuk-Nya yang benar. Sedang kita
mengetahui bahwa pegangan yang mantap dan pengarahan yang benar hanyalah :
Katakanlah:”Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. (QS. 2:120)
Ringkas dan tegas. Petunjuk Allah I itulah petunjuk. Selain dari itu bukan petunjuk. Tidak bertele-
tele, tidak ada helah, tidak dapat ditukar. Rasulullah e bersabda :


    “Sesungguhnya Allah mengangkat beberapa kaum dengan Kitab (Al Qur`an) ini dan menghinakan
yang lain dengannya pula.” H.R. Muslim.


Karena itu jangan sampai kita mengikuti hawa nafsu mereka yang menyimpang dari garis yang tegas
ini :

    Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahan datang kepadamu,
maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. 2:120)
Ringkasnya, ketika umat Islam telah jauh dari Kitabullah, maka musibah dan malapetaka serta segala
jenis penyakit hati akan datang silih berganti, sebagaimana yang saat ini kita lihat sendiri secara
kasat mata.


    Kita berdoa kepada Allah I, semoga Dia I mengerakkan hati dan memudahkan langkah kita dan umat
Islam lainnya untuk kembali kepada Kitabullah dan Sunnah Nabinya e sehingga menjadi umat yang
terbaik sebagaimana firman-Nya I :
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan
mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (QS. 3:110)

Continue reading KEUTAMAAN MEMBACA ALQUR'AN

KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU

 Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

    Salah satu kewajiban kita sebagai umat muslim adalah menuntut ilmu. Menuntut ilmu apapun itu,
terutama menuntut ilmu agama. Sebagai umat muslim yang patuh pada perintah Allah, kiranya kita
mampu untuk melaksanakannya.


    Apalagi agama islam sendiri telah mencantumkan dalil – dalilnya tentang wajibnya menuntut ilmu,
salah satu contohnya dalam al qur’an surah an Nahl ayat 43 Allah berfirman: 

وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ اِلَّا رِجَالًا نُّوْحِيْٓ اِلَيْهِمْ فَاسْـَٔلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَۙ

“ Dan Kami tidak mengutus sebelum engkau (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kamu kepada orang-orang yang berpengetahuan agama jika kamu tidak mengetahuinya …”, di dalam hadist juga menyebutkan, Dari Anas bin Malik r.a., berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Menuntut ilmu adalah satu fardhu yang wajib atas tiap-tiap seorang Islam”.


    Oleh karena setiap kita hendak melakukan pekerjaan baik dari hal yang terkecil maupun hal yang
terbesar sekalipun, kita tidak dapat melakukannya dengan sembarangan atau bahkan sempurna,
melainkan harus sesuai dengan ilmu pengetahuan yang berkenaan dengannya, di sinilah sangat
nyata bahwa seseorang wajib mempelajari hukum dan peraturan – peraturan islam dalam apa saja
yang hendak dilakukannya.


    Maka siapa saja yang mengetahui hukum – hukum Allah dan dapat mengamalkannya sesuai dengan
apa yang diketahuinya, sudah tentu ia telah mentaati Allah dengan dua taat dan siapa saja yang
tidak mengetahui dan tidak pula mengamalkannya, sudah tentu ia telah mendurhakai kepada Allah
dengan dua kederhakaan, dan siapa saja yang mengetahui hukum Allah dan tidak beramal
mengikuti-Nya, maka ia telah mentaati Allah dengan satu ketaatan dan mendurhakai kepada-Nya
dengan satu kedurhakaan.


    Akan tetapi, mempunyai pengetahuan saja masih belum cukup, harus dibarengi dengan akhlak yang
mulia, baik antar sesama manusia, maupun terhadap Tuhannya. Agar kita menjadi orang yang
mencapai kesempurnaan dan mendapat kebahagiaan di dunia maupun di akhirat kelak.

Continue reading KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU

KEUTAMAAN ORANG JUJUR

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh... 
 
     Ciri utama seorang muslim adalah jujur. Bukanlah dikatakan muslim sejati jika seorang masih berbohong dan menipu. Rasulullah saw dalam kehidupannya sehari – hari dikenal sebagai orang yang dapat dipercaya. Karena itu jujur merupakan akhlak yang sangat baik dan indah menurut pandangan Allah.


    Sesungguhnya jika kita hidup di dunia ini memelihara kejujuran, maka kedamaian akan dapat
dirasakan oleh umat manusia. Orang – orang yang selalu bersikap jujur dalam setiap tindakan dan
ucapan, maka ia termasuk golongan yang beruntung. Artinya, ia beruntung di dunia dan beruntung
di akhirat.


    Kita semua tentu sangat setuju bahwa jujur merupakan budi pekerti yang mulia. Kejujuran dapat
membimbing manusia menuju kebaikan. Apabila seseorang telah jujur dan mampu menempatkan
suatu kebaikan, maka ia terbimbing menuju ke surgabukankah Rasulullah swa telah bersabda:
“Sesungguhnya kejujuran membimbing kea rah kebaikan. Dan kebaikan itu membimbingnya ke
surge. Sesorang yang jujur, maka hingga di sisi Allah ia akan menjadi orang yang jujur dan benar.
Sedangkan sifat dusta membimbing orang pada kejahatan. Lalu kejahatan itu menyeret ke neraka.
Sesorang yang biasa berdusta, maka hingga di sisi Allah kelak tetap menjadi pendusta”. (HR Bukhari
Muslim)


    Orang yang suka berterus terang dan jujur dalam segala hal kehidupan ini, maka ia termasuk
memiliki sifat kenabian. Sebab tentu saja orang – orang yang jujur ini suka sekali dengan kebenaran.
Karena sukanya. Maka ia selalu memelihara akhlaknya diri dari dusta. Karena itu ia cenderung untuk
melakukan kebaikan dan menegakkan kebenaran agama.


    Allah berfirman : Dan sebutkanlah dalam Al Kitab tentang Ibrahim, bahwa ia adalah seseorang yang
benar dan jujur, lagi pula seorang nabi. (Q. S. Maryam ayat 41).


    Kejujuran itu dekat dengan kebenaran. Kebenaran adalah sesuatu yang disenangi Allah. Jika Allah
senang, maka pastilah dia akan mengasihi. Dan hambaNya yang jujur, maka kelak di hari kiamat akan
disediakan tempat yang menyenangkan yaitu surga.

Continue reading KEUTAMAAN ORANG JUJUR

BAHAYA DENGKI

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh... 

        Sifat Hasud adalah sifat iri hati kepada orang lain. Adapun iri hati ialah merasa tidak rela atas
kenikmatan Allah yang dirasakn orang lain, sehingga ia menjadi benci. Sifat ini sangat berbahaya
karena dapat menghancurkan amal kebaikan. Orang yang senantiasa berbuat baik, misalnya tekun
dalam menjalankan shalat dan bersedekah, namun jika dihatinya memiliki sifat dengki dan iri hati,
maka rusaklah amal kebaikan yang dilakukan.


        Rasulullah saw bersabda: “Ada tiga perkara yang orang tidak akan selamat darinya, yaitu prasangka
buruk, hasud (iri hati) dan khawatir tidak mendapatkan sesuatu”. Kemudian seorang sahabat
bertanya, “ Ya Rasul, bagaimana cara menyelamatkan diri dari tiga sifat itu? Rasulullah menjawab,
jika kau memiliki prasangka buruk kepada seseorang, maka janganlah kau selidiki sampai terbukti.
Dan jika di dalam hatimu ada kekhawatiran tidak mendapatkan kebaikan, maka berusahalah sampai
tercapai.


        Ketika di hati kita terdapat rasa iri hati maka hendaknya janganlah diwujudkan menjadi kenyataan.
Sebab jika kita dapat menahan rasa iri hati itu, maka Allah akan memaafkan. Artinya, selama iri hati
itu belum dilakukan, maka masih ada ampunan atas dosa tersebut. Dan ketika kita berprasangka
buruk, maka janganlah kita mencari – cari bukti terhadap kabar atau suara burung yang kita
dengarkan. Agar niat untk menyelidiki itu tidak terwujudkan.


        Orang yang mempunyai kebiasaan iri hati kepada sesamanya, maka ia akan ditimpa lima bencana,
yaitu, hatinya tidak bisa tenang namun selalu kacau. Ia ditimpa cobaan yang tidak mendapatkan
pahala. Semua cobaan Allah itu akan dig anti dengan pahala, kecuali menimpa terhadap orang iri
hati. Kemudian orang yang iri hati akan mendapat murka dari Allah dan tidak mendapatkan taufiq
dariNya.


        Membersihkan hati dari sifat iri hati dan dengki adalah merupakan sunnah Rasul. Barang siapa
mengikuti sunnah Rasul, berarti cinta kepadanya dan akan diperkenankan mendampinginya di surga.
Oleh karena itu setiap muslim diwajibkan membersihkan qalbunya dari sifat buruk itu.

Continue reading BAHAYA DENGKI