KISAH NABI ADAM DAN HAWA DARI LAHIR HINGGA WAFAT

1. SEJARAH PENCIPTAAN NABI ADAM AS

        Terciptanya Nabi Adam AS saat Allah mengatakan di hadapan para malaikat mengenai penciptaannya sebagai leluhur manusia dan keturunannya akan menjadi seorang khalifah yang bertugas untuk memakmurkan bumi. Pada saat itu para malaikat justru penasaran kenapa harus diciptakan Nabi Adam AS, bahkan mereka khawatir diciptakannya makhluk yang lebih sempurna adalah karena kelalaian para malaikat.

        Nabi Adam AS diciptakan langsung dari tangan Allah SWT dan ruhnya pun langsung ditiupkan oleh-Nya. Selain itu, Nabi Adam AS juga dibekali dengan akal yang membuatnya bisa mempelajari, mengamati, dan memahami berbagai hal. Sehingga dalam kisah Nabi Adam ini kita bisa mengetahui bahwa akal diberikan padanya dan keturunannya untuk menjalankan tugas sebagai khalifah di bumi. Kelebihan itu pula yang akhirnya membuat para malaikat mengakui keistimewaan yang diberikan pada Nabi Adam.

        Nabi Adam diciptakan dari tanah yang ada di bumi dan setelah mati maka Adam dan anak cucunya juga akan dikuburkan di tanah. Setelah tubuh Nabi Adam terbentuk sempurna dan ditiupkan ruh maka para malaikat diminta untuk bersujud padanya. Para malaikat pun menuruti perintah tersebut, namun para setan yang sombong menolak untuk melakukannya karena setan merasa lebih mulia dengan terbuat dari api dibandingkan tanah.

 

 2. PENCIPTAAN SITI HAWA DISURGA BERSAMA NABI ADAM

        Ketika Nabi Adam mulai merasa kesepian karena hidup seorang diri kemudian diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya. Penciptaan Hawa ini diambil dari tulang rusuk sebelah kiri milik Nabi Adam sendiri yang diambil saat dia sedang terlelap tidur. Ketika malaikat bertanya untuk apa Allah menciptakan Hawa, Nabi Adam pun menjawab bahwa Hawa diciptakan untuk mendampingi, memberikan kebahagiaan, dan segala kebutuhan hidupnya sesuai kehendak Allah. Adam dan Hawa diijinkan Allah SWT untuk tinggal di surga yang tentunya serba hidup enak dan cukup apapun kebutuhannya. Namun ada satu pantangan yang harus diingat keduanya yaitu tidak boleh mendekati pohon terlarang dan memakan buahnya.

        Setelah setan membangkang, dia tidak lagi diijinkan untuk tinggal di surga sehingga karena hal tersebut setan menjadi dendam dengan Nabi Adam dan menginginkannya keluar dari surga. Setan selalu mencari segala cara untuk bisa menjerumuskan Nabi Adam dan Hawa untuk melakukan dosa dengan mendekati pohon larangan. Dengan berbagai rayuan serta tipu daya yang dilakukan oleh setan akhirnya Nabi Adam dan Hawa pun memakan buah dari pohon larangan tersebut. Seketika mereka merasakan akibatnya dengan terbukanya aurat Nabi Adam dan Hawa, karena malu mereka mencari daun untuk menutupi auratnya. Dengan perasaan malu karena telah melanggar larangan yang telah Allah SWT berikan mereka menangis sambil memanjatkan doa.

3. CERITA NABI ADAM DAN HAWA DITURUNKAN KE BUMI

        Allah SWT menerima taubat Nabi Adam dan Hawa, keduanya pun menjadikan hal tersebut pelajaran dan menyadari bahwa setan adalah musuh yang tidak lagi boleh dipercaya apapun tipu dayanya. Namun karena hal tersebut Nabi Adam dan Hawa harus dipindahkan dari surga ke bumi dan mengemban tugas sebagai khalifah. Namun setan terus berusaha untuk menyesatkan Nabi Adam dengan berbagai cara meskipun keinginannya membuat Nabi Adam dikeluarkan dari surga sudah terjadi.

        Saat diturunkan ke bumi Nabi Adam diturunkan di Hindustan sedangkan Hawa di Jeddah, Saudi Arabia. Keduanya terpisah jarak yang begitu jauh dan bertemu kembali setelah sekian lama di Jabal Rahmah daerah Arafah. Tentu pertemuan setelah perjuangan panjang tersebut menjadi hal yang sangat membahagiakan bagi Nabi Adam dan Hawa, sehingga mereka bisa menjalani hidup bersama dengan lebih bahagia.

4. KISAH ANAK NABI ADAM AS DAN HAWA 

        Setelah menjalani kehidupan berdua sebagai pasangan suami istri merekapun memiliki keturunan. Setiap Hawa melahirkan anak selalu kembar laki-laki dan perempuan. Pada kelahiran pertama anak mereka adalah Qabil dan Iklima, kemudian kelahiran kedua Habil dan Labuda. Saat anak Nabi Adam dan Hawa mulai beranjak dewasa, perangai merekapun berbeda-beda satu sama lain. Qabil memiliki sifat yang kasar dan Habil memiliki sikap lebih santun. Iklima menjadi remaja yang cantik dan Labuda biasa-biasa saja. Anak-anaknya memiliki tugas masing-masing untuk membantu urusan rumah tangga dan pekerjaan.

        Seiring dengan bertambahnya kedewasaan keempat anak Adam dan Hawa tersebut merekapun mulai memiliki ketertarikan dengan lawan jenis. Kemudian Allah SWT memberikan petunjuk bahwa anak Adam dan Hawa harus segera dinikahkan dengan aturan mereka tidak boleh dinikahkan dengan saudara kembarnya sendiri. Sehingga artinya adalah Qabil akan menikahi Labuda dan Habil akan menikahi Iklima. Setelah hal tersebut disampaikan Adam pada anak-anaknya dengan penegasan tidak boleh ada pihak yang menolak, ternyata diluar dugaan Qabil menolak dan menyatakan ingin menikahi Iklima yang merupakan kembarannya sendiri.

5. CERITA PERSELISIHAN ANAK ADAM AS

        Dengan kondisi perselisihan diantara anak lelakinya, maka Adam memberikan solusi bahwa Qabil dan Habil harus berkurban kemudian siapa yang kurbannya diterima maka dialah yang berhak menikahi Iklima. Adam berpikiran bahwa masalah jodoh ini akan lebih baik jika diserahkan serta dipasarahkan pada Allah SWT.

        Setelah hari yang ditentukan tiba keduanya pun mempersiapkan kurbannya, Qabil merasa karung yang dibawanya akan diterima, sedangkan Habil sibuk memilih kambing paling baik untuk dikurbankan. Setelah meletakkan kurbannya, Qabil dan Habil memandangi bukir tersebut dari kejauhan, kemudian muncul api besar dari langit yang langsung menyambar kambing milik Habil. Dengan begitu kurban Habil diterima dan dia berhak menikahi Iklima sesuai kesepakatan yang telah dibuat.

        Dari keputusan tersebut Qabil memang tidak berdaya dan sesuai keputusan dia harus mengikuti kesepakatan sebelumnya. Namun hatinya masih dengki pada Habil dan perasaan dengki tersebut menimbulkan dendam yang akhirnya menjadikan niat jahat muncul dalam pikirannya untuk membunuh Habil. Tapi sebenarnya Qabil tidak tahu bagaimana caranya untuk membunuh Habil, sampai akhirnya setan menjelma dan memberikan contoh dihadapannya dengan memukul kepala burung menggunakan batu.

        Setelah mendapatkan ide, Qabil menunggu saat yang tepat untuk menghantamkan batu besar ke kepala Habil dan sesaat kemudian Habil menghembuskan napas terakhirnya. Qabil pun belajar dari burung gagak bagaimana caranya menguburkan mayat Habil di dalam tanah. Dalam cerita Nabi Adam terus berdakwah pada anak dan cucunya untuk mengikuti ajaran Allah SWT dan wafat di usia 1000 tahun setelah mengalami sakit selama 11 hari, setahun kemudian Hawa juga wafat menyusul suaminya.

 

 

Continue reading KISAH NABI ADAM DAN HAWA DARI LAHIR HINGGA WAFAT

TIGA NASIHAT RASULULAH SAW

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

        Rasulullah SAW pernah memberikan tiga buah nasehat kepada kedua sehabatnya Abu Dzar Jundub
bin Junadah dan Abu Abdurrahman bin Jabal:
“Bertakwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada, dan ikutilah kesalahanmu dengan
kebaikan niscaya ia dapat menghapuskannya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak terpuji.” HR.
Tirmidzi


        Tiga pesan Rasulullah SAW tersebut layak untuk kita perhatikan karena sangat berkaitan erat dengan
kehidupan kita sehari-hari.


1. BERTAQWA DIMANA SAJA
        Definisi dari kata taqwa dapat dilihat dari percakapan antara sahabat Umar dan Ubay bin Ka’ab ra.
Suatu ketika sahabat Umar ra bertanya kepada Ubay bin Ka’ab apakah taqwa itu? Dia menjawab;
“Pernahkah kamu melalui jalan berduri?” Umar menjawab; “Pernah!” Ubay menyambung, “Lalu apa
yang kamu lakukan?” Umar menjawab; “Aku berhati-hati, waspada dan penuh keseriusan.” Maka
Ubay berkata; “Maka demikian pulalah taqwa!”


        Sedang menurut Sayyid Qutub dalam tafsirnya—Fi Zhilal al-Qur`an—taqwa adalah kepekaan hati,
kehalusan perasaan, rasa khawatir yang terus menerus dan hati-hati terhadap semua duri atau
halangan dalam kehidupan.


        Kalau ada suatu iklan minuman ringan: “Dimana saja dan kapan saja …”, maka nasehat Nabi SAW ini
menunjukkan bahwa kita harus bertaqwa dimana saja. Sedang perintah taqwa kapan saja terdapat
dalam surat Ali Imron 102:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهٖ وَلَا تَمُوۡتُنَّ اِلَّا وَاَنۡـتُمۡ مُّسۡلِمُوۡنَ

        “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan
janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”


        Jadi dimanapun dan kapanpun kita harus menjaga ketaqwaan kita. Taqwa dimana saja memang sulit
untuk dilakukan dan harus usaha yang dilakukan harus ekstra keras. Akan sangat mudah ketaqwaan
itu diraih ketika kita bersama orang lain, tetapi bila tidak ada orang lain maka maksiyat dapat
dilaksanakan.


        Sebagai contoh, ketika kita berkumpul di dalam suatu majelis zikir, pikiran dan pandangan kita akan
terjaga dengan baik. Tetapi ketika kita berjalan sendirian di suatu tempat perbelanjaan, maka pikiran
dan pandangan kita bisa tidak terjaga. Untuk menjaga ketaqwaan kita dimanapun saja, maka
perlunya kita menyadari akan pengawasan Allah SWT baik secara langsung maupun melalui
malaikat-Nya.


KEBAIKAN YANG MENGHAPUSKAN KESALAHAN
        Setiap orang selalu melakukan kesalahan. Hari ini mungkin kita sudah melakukan kesalahan baik
yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari. Oleh sebab itu, segera setelah kita melaksanakan
kesalahan, lakukan kebaikan. Kebaikan tersebut dapat menghapuskan kesalahan yang telah
dilakukan.


        Untuk dosa yang merugikan diri sendiri, maka salah satu cara untuk menghapusnya adalah dengan
bersedekah. Rasulullah SAW bersabda “sedekah itu menghapus kesalahan sebagaimana air
memadamkan api”. Maka ada orang yang ketika dia sakit maka dia akan memberikan sedekah agar
penyakitnya segera sembuh. Hal ini dikarenakan segala penyakit yang kita miliki itu adalah karena
kesalahan yang kita pernah lakukan.

        Sedang dosa yang dilakukan terhadap orang lain maka yang perlu dilakukan adalah memohon maaf
yang bagi beberapa orang sangat sulit untuk dilakukan. Padahal Rasulullah SAW selalu minta maaf
ketika bersalah bahkan terhadap Ibnu Ummi Maktum beliau memeluknya dengan hangat seraya
berkata “Inilah orangnya, yang membuat aku ditegur oleh Allah… (QS. Abasa)”. Setelah minta maaf
kemudian bawalah sesuatu hadiah atau makanan kepada orang tersebut, maka kesalahan tersebut
insya Allah akan dihapuskan.


AKHLAQ YANG TERPUJI
        Akhlaq terpuji adalah keharusan dari setiap muslim. Tidak memiliki akhlaq tersebut akan dapat
mendekatkan seseorang dalam siksaan api neraka. Dari beberapa jenis akhlaq kita terhadap orang
lain, yang perlu diperhatikan adalah akhlaq terhadap tetangga.


        “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan menyakiti tetangganya.” (HR.
Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah)


        Dari Abu Syuraih ra, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: “Demi Allah seseorang tidak beriman,
Demi Allah seseorang tidak beriman, Demi Allah seseorang tidak beriman.” Ada yang bertanya:
“Siapa itu Ya Rasulullah?” Jawab Nabi: “Yaitu orang yang tetangganya tidak aman dari
gangguannya.” (HR. Bukhari)


        Dari hadits tersebut, peringatan Allah sangat keras sampai diulangi tiga kali yaitu tidak termasuk
golongan orang beriman bagi tetangganya yang tidak aman dari gangguannya. Maka terkadang kita
perlu instropeksi dengan menanyakan kepada tetangga apakah kita mengganggu mereka.


Wallahua’lam bish showab.

Continue reading TIGA NASIHAT RASULULAH SAW